HAUL SIMBAH SYABAN DAN SIMBAH CAWIGUNO KE 74 DESA LABAN
Haul desa adalah tradisi tahunan peringatan hari wafatnya tokoh, ulama atau sesepuh desa, yang bertujuan mendoakan ahli kubur dan mengenang jasa - jasanya. Umumnya diisi dengan pembacaan tahlil, ziarah kubur, dan pengajian umum, tradisi ini memperkuat hubungan sosial dan spiritualitas warga.
Karakteristik Umum Haul Desa:
Waktu Pelaksanaan: Diadakan setahun sekali, seringkali disesuaikan dengan kalender Hijriah atau penanggalan Jawa.
Tujuan: Mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima Allah dan mengambil teladan hidupnya.
Rangkaian Kegiatan: Biasanya melibatkan ziarah kubur massal, tahlilan, zikir, dan ceramah keagamaan (pengajian umum).
Nilai Sosial: Menjadi ajang silaturahmi warga, gotong royong, dan seringkali melibatkan sedekah makanan (kenduri).
Haul Desa Laban di isi oleh bapak ky H. Muh Nasikin dari getas, Singorojo. Dalam haul tersebut disampaikan tentang pentingnya berbakyi kepada orangtua, dan Haul Desa merupakan wujud bakti anak- anak Desa Laban terhadap sesepuh Desa.
Makna dan Tujuan
Penghormatan Leluhur: Mengenang jasa para tokoh yang telah membangun atau membimbing desa sejak awal berdirinya.
Momentum Spiritual: Wadah untuk mendoakan para pendahulu agar amal ibadahnya diterima Allah.
Mempererat Silaturahmi: Menyatukan warga, tokoh agama, dan pemerintah desa dalam satu forum, sehingga memperkuat rasa gotong royong.
Pelestarian Budaya: Menjaga nilai-nilai Islam dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.