
Tingkep Tandur adalah tradisi selamatan masyarakat Jawa (terutama petani) yang dilaksanakan saat tanaman padi berusia sekitar 60 hari. Istilah "tandur" sendiri berasal dari singkatan ditata karo mundur (ditata sambil mundur). Upacara ini digelar sebagai bentuk syukur kepada Tuhan dan memohon agar padi terhindar dari hama serta panen melimpah. Tradisi ini umumnya dilakukan di pedesaan agraris, di mana warga biasanya akan berkumpul membawa makanan (seperti tumpeng atau kenduri) untuk berdoa bersama di area persawahan atau balai desa setempat.
Tinggepan di Desa Laban ini dihadiri oleh Balai Pertanian Kecamatan Kangkung Bapak Agus dan teman - teman, Bapak Kepala Desa Laban Bapak Adibul Farah S.H.I beserta masyarakat, Kelompok Tani Sumber makmur dan Subur Makmur desa Laban, dan Seluruh Petani desa Laban.
dalam kegiatan tinggep padi hari ini juga dihadiri oleh KKN UNDIP semarang. ini merupakan pengalaman pertama bagi anak - anak KKN UNDIP melaksanakan tinggepan padi.
Dipost : 15 Juli 2026 | Dilihat : 18
Share :